(Bawa CD Porno, 4 Siswa SMPN 2 Gadingrejo Written by Administrator Sunday, 22 July 2007 Diduga Depresi, 1 Pelaku Meninggal Laporan Agus Suwignyo)
(Sorry, sudah agak basi tapi lumayan heboh..)
GADINGREJO — Karena kedapatan membawa film biru (CD porno, Red) ke sekolah, empat siswa SMPN 2 Gadingrejo, Tanggamus, dipecat. Meski begitu, pihak sekolah membantah telah berbuat sewenang-wenang. Ini mengingat keputusan yang diambil tersebut telah melalui berbagai tahap dan musyawarah dengan orang tua siswa.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, akar peristiwa ini bermula saat liburan ujian akhir nasional (UAN) SMP, sekitar bulan Mei lalu. Saat itu lima pelajar yang tak seluruhnya siswa SMPN 2 Gadingrejo, yaitu Nd (14), Jg (13), As (12), Am (14), dan St (14), menyaksikan pemutaran film porno di salah satu rumah pelajar tersebut.
Setelah selesai, saat UAN berakhir mereka kembali masuk sekolah. Lalu karena hendak dikembalikan, film khusus orang dewasa itu kemudian dibawa oleh Nd ke sekolah. Bermula dari rasa ingin tahu, mereka pun berebut, sehingga CD hingga akhirnya diketahui salah satu guru.
Kejadian ini berbuntut. Nd pun dipanggil ke ruangan guru dan diminta mengatakan siapa saja yang telah menonton film itu. Disebutlah nama teman-temannya yang pernah menonton CD porno tersebut hingga mereka diskors. Tak hanya itu, surat panggilan kepada orang tua masing-masing untuk datang ke sekolah turut dilayangkan.
Kejadian ini dibenarkan oleh orang tua siswa yang mewanti-wanti dirahasiakan namanya. ”Kami kemudian datang hari Senin, tapi tanggalnya lupa. Didapat keputusan dari sekolah bila anak kami dikeluarkan, tetapi masih diberi waktu sampai kenaikan kelas, setelah itu diminta mencari sekolah lain,” akunya.
Yang menyisakan pertanyaan bagi orang tua siswa, keputusan yang diambil sekolah terkesan sepihak. ”Apakah tak ada lagi upaya pembinaan dari sekolah selain mengeluarkan anak kami? Apalagi anak-anak itu sebelumnya juga tak pernah membuat kesalahan fatal,” tanyanya.
Bahkan salah satu dari mereka, As, Rabu (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB, meninggal dunia. Meski dinyatakan bila As terkena liver, di lingkungannya santer terdengar bila anak dari keluarga miskin yang sehari-hari menggembala kambing itu sakit karena depresi memikirkan dirinya yang dikeluarkan dari sekolah.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Gadingrejo Alamsyah membantah bila keputusan yang mereka ambil sewenang-wenang. Bahkan menurutnya, semua sudah melalui prosedur yang ada. ”Siswa itu kami panggil karena membawa kaset porno ke sekolah. Proses terhadap anak-anak itu sudah lama dilakukan, termasuk melakukan pemanggilan terhadap orang tuanya,” urainya.
Keputusan yang diambil juga berdasar dari kesepakatan orang tua. Di mana, anak-anak itu juga pernah diskors. ”Karena sudah kesepakatan melalui musyawarah, akhirnya mereka kita minta pindah dari SMPN 2,” akunya.
Sedang mengenai kematian As, menurutnya, dari informasi yang ia dapat karena sakit. Bukan karena faktor lain. (*)
http://radarlampung.co.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=9335&Itemid=41









March 19, 2008 at 11:36 pm
Mohon maaf…. ingat masa depan bangsa dan nasib anak cucu… jangan warisi budaya yang tidak membanggakan.
December 3, 2007 at 11:36 pm
kalau mau jadi pendidik ya jangan mau gampangnya aja, kalau 4 siswa nya langsung di pecat itu namanya gak berhasil mendidik doooong……..
Bikin dong supaya 4 siswa itu jadi sadar gak nonton vcd porno lagi seumur idup…..
kalau bisa malah sampai gak tahu caranya bikin anak dan berbirahi, jadi gak perlu kuatir lagi tertarik sama yang begituan he he he ……
October 3, 2007 at 11:36 am
—
BeNDoT:iya..iya nggak sengaja lho. mgkn karena keseringan baca lampu merah ijo